Saturday, February 28, 2009

Kamus Asam Amino


Biologi memang penuh istilah yang sulit diingat. Hal ini tentu menjadi permasalahan bagi siapapun yang mempelajari ilmu ini. Jangan berkecil hati dulu, mari coba kita simak kisah berikut. Baru sekitar 3 minggu yang lalu, Pak Sugeng (guru biologi saya) memberikan tugas kepada seluruh siswanya untuk menghafalkan 20 nama asam amino beserta 64 urutan mRNA yang cocok dengan asam amino tersebut. Waw! Tentu ini tugas yang berat. Nama-nama asam amino sangat sulit untuk dihafal. Apalagi ditambah kode triplet yang jumlahnya hingga 64. Tapi menariknya, Pak Sugeng mengemas tugas ini dengan sebuah permainan.

Gerak Parabola dengan Flash

Posting ini mungkin lebih menarik jika dibaca orang yang menyukai fisika. Bagi yang tidak terlalu menyukai fisika, sebenarnya juga tidak dilarang baca kok, he he he. Siapa tahu gara-gara baca ini tiba-tiba Anda bisa suka fisika, Amin! Baiklah, sejenak luangkan waktu kita untuk mengutak-atik animasi flash berikut.



Animasi di atas merupakan simulasi gerak parabola. Anda bisa memanipulasi data V0 (kecepatan mula-mula), sudut, dan gravitasinya. Kelemahan animasi di atas akan tampak jika Anda memasukkan input angka yang terlalu besar. Jika Anda melakukan hal tersebut, Anda tetap tahu hasil penghitungannya, namun Anda tidak bisa melihat animasinya secara keseluruhan.


Dahulu, saya membuat animasi ini ketika kelas XI SMA. Walaupun animasi di atas cukup sederhana, saya telah menghabiskan seluruh waktu liburan saya untuk menyelesaikannya (oh, very bad programmer). Saya pikir, animasi ini akan sedikit berguna jika saya tampilkan di sini. Jika Anda tertarik untuk mendownloadnya, silakan klik di sini.

Friday, February 27, 2009

Animasi Megasporogenesis

Megasporogenesis adalah pembentukan gamet betina tumbuhan. Pada pelajaran biologi semester ganjil yang lalu, kelompok saya ditugasi untuk mempresentasikan materi ini. Untuk memudahkan presentasi, kami menggunakan slide yang pembuatannya melalui macromedia flash. Saya lebih senang membuatnya menggunakan flash karena bisa membuat animasi dengan lebih leluasa daripada membuatnya dengan menggunakan powerpoint. Coba lihat animasi milik kelompok saya:





Animasi di atas saya buat dengan mengadaptasi animasi milik edukasi.net. Saya hanya mengambil movie clipnya dan menambahkan beberapa script agar lebih mudah memainkan animasi tersebut. Kalau Anda menginginkan file aslinya, Anda bisa mendownloadnya melalui edukasi.net dengan mendaftar terlebih dahulu. Jika Anda menginginkan animasi hasil modifikasi saya di atas, silakan Anda klik di sini.

Wednesday, February 11, 2009

No! Alkali Tanah, Ugh!





Pada semester ganjil yang lalu, Pak Samsudin, guru kimia saya mengadakan semacam kompetisi di kelas saya. Bukan sekedar kompetisi, kompetisi ini tentu saja masih berhubungan dengan pelajaran kimia yang diajarnya. Kelas saya di bagi menjadi beberapa kelompok. Dan setiap kelompok bertanggung jawab mempresentasikan satu sub bab kimia ke depan kelas. Kelompok terbaik akan lolos ulangan bab tersebut dengan nilai seratus. Wow! Bayangkan! Tanpa ulangan bisa dapat nilai seratus!?

Folder Locker Buatan Sendiri


Anda mungkin pernah menginginkan folder Anda aman sehingga isinya tidak diketahui orang lain. Sebenarnya yang Anda butuhkan hanyalah mengunci folder tersebut. Walaupun kini sudah banyak software pengunci folder, tapi ternyata kita bisa membuatnya sendiri dengan mudah. Kita manfaatkan pemrograman batch. Saya dulu mendapat ilmu ini dari blog orang lain yang kini saya lupa alamatnya. Namun script dari sana agak sedikit saya ganti. Caranya membuatnya sebagai berikut:

Tuesday, February 3, 2009

Maaf, Eyang Bernoulli! [Part 2]

Pada postingan yang lalu saya sudah memaparkan kelemahan Prinsip Bernoulli pada gaya angkat pesawat terbang (sebelum membaca ini sangat dianjurkan Anda membaca “Maaf, Eyang Bernoulli! [Part 1]” terlebih dahulu). Tapi tunggu dulu, prinsip ini tidak sepenuhnya salah. Dengan kata lain, Prinsip Bernoulli tetap berperan di sini. Walaupun dengan syarat pesawat harus melaju dengan kecepatan tinggi.

Lantas, apa yang sebenarnya paling berperan? Jawabnya adalah Newton. Lebih tepatnya gaya pada Hukum Newton Ketiga tentang aksi-reaksi. Baik, kita mulai saja. Coba lihat gambar berikut:




Ketika sayap pesawat membelah udara seperti pada gambar, udara A bergerak mengikuti bidang pesawat yang melengkung. Akibatnya udara tersebut akan dipompakan ke bawah pesawat. Menurut Hukum Ketiga Newton, otomatis sayap pesawat memperoleh gaya dorong ke atas yang sama besar dengan gaya udara yang dipompakan ke bawah pesawat. Nah, inilah gaya angkat yang sesungguhnya. Mungkin di antara Anda ada yang bertanya-tanya, mungkinkah udara A mengikuti bidang sayap pesawat? Tenang saja, hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan sederhana. Yaitu dengan meniup lilin dengan dihalangi sebuah botol. Yang akan terjadi adalah lilin akan tetap mati kan? Ini membuktikan udara yang Anda tiup mengikuti bentuk botol seperti halnya udara yang mengikuti bidang pesawat tadi. Eh, tunggu! Masih belum! Ternyata masih ada lagi yang berperan dalam pengangkatan pesawat ini. Coba Anda amati, sayap pesawat posisinya tidak sejajar dengan tanah. Namun agak mengangkat di bagian depan. Dengan kata lain sayap pesawat tersebut agak miring (biasanya sekitar 4 derajat). Coba lihat gambar di atas sekali lagi. Sayap pesawat yang miring ini membuat udara B terdorong ke arah bawah. Sekali lagi, menurut Hukum Ketiga Newton, sebagai reaksinya udara B mendorong sayap pesawat ke arah atas. Waah! Wah! Maaf, Eyang Bernoulli, rupanya kali ini saya lebih suka Eyang Newton!

Saturday, January 24, 2009

Maaf, Eyang Bernoulli! [Part 1]

Kawan, saya akan mencoba memposting artikel yang bukan tentang scripting. Kali ini saya akan mendiskusikan dengan anda sekelumit tentang fisika. Siap?

Pada saat kelas XI SMA, kita telah diajari bagaimana cara kerja pesawat terbang. Mungkin beberapa dari Anda sudah mengetahuinya sebelum diajari oleh guru fisika Anda. Saya masih ingat betul bagaimana Pak Anang (guru fisika saya di SMAN 2 Lumajang) menerangkan cara terbang pesawat. Beliau menjelaskannya dengan Prinsip Bernoulli kurang lebih seperti berikut:



Permukaan sayap atas memiliki permukaan melengkung, sedangkan permukaan bawahnya relatif rata. Ini menyebabkan fluida A (dalam hal ini udara) memiliki lintasan yang lebih panjang daripada B. Ketika pesawat melaju, sayap pesawat membelah udara menjadi dua bagian fluida seperti pada gambar. Udara bagian atas dengan udara bagian bawah akan sampai pada bagian belakang sayap pada waktu yang sama (tA = tB). Karena lintasan A lebih panjang, maka fluida A harus lebih cepat dari B (vA > vB). Keadaan ini akan menyebabkan tekanan udara di atas sayap akan lebih rendah dari tekanan udara di bawahnya. Akibatnya akan muncul gaya (F) ke atas yang mengakibatkan pesawat bisa terbang. Sejauh ini, penjelasan tentang Prinsip Bernoulli sangat bagus. Namun masih ada satu yang janggal. Yaitu tentang waktu di A dan di B yang harus sama (equal transit time assumption). Mengapa harus sama? Adakah penjelasan yang menguatkannya? Sayangnya masih belum ada. Kalaupun ada, penjelasan tersebut memiliki fondasi yang rapuh. Kejanggalan ini sebenarnya sudah saya sadari ketika Pak Anang selesai menerangkan materi ini di kelas saya. Namun pada saat itu saya masih ragu kalau hal itu memang janggal. Ketika ingin bertanya, nyali saya langsung ciut karena saya sadar bahwa Pak Anang dan Bernoulli jauh lebih pintar dari saya. Namun beruntung, setahun setelahnya (ketika kini saya kelas XII) saya menemukan orang yang sependapat dengan saya. Yaitu Robert L. Wolke dalam bukunya “What Einstein Told His Barber”. Hebatnya, Robert L. Wolke tidak hanya menyadari kejanggalan tersebut, tetapi juga memberikan penjelasan yang membuat saya terkagum-kagum. Bagaimanakah penjelasan beliau tentang cara terbang pesawat? Gaya apakah sebenarnya yang membuatnya terbang? Anda bisa menemukan semua itu jika Anda membaca bukunya. Jika Anda tidak memiliki buku tersebut atau tidak ada seorangpun yang bisa dipinjam bukunya, yah tunggu saja postingan saya selanjutnya… ^_^

Wednesday, January 21, 2009

Garis Fleksibel

Pada posting yang lalu saya (kali ini pake kata ganti “saya”, cz kalo pake “aku” katanya ga sopan ^^) sudah menampilkan vector flexible. Bisa dikatakan postingan ini penjelasan dasar-dasarnya saja. Jadi artikel ini hanya untuk orang yang benar-benar awam tentang flash. Hal yang paling penting dalam membuat vektor di flash adalah membuat garis fleksibel. Yaitu garis yang menghubungkan antara titik awal dan titik akhir vektor.



Pertama, kita harus membuat dua movie clip sebagai titik awal dan titik akhir. Misalkan kita beri nama a dan b (beri nama pada instance name). Untuk mempermudah, kita buat movie clip a adalah bulatan biru dan movie clip b adalah bulatan merah. Berikutnya kita buat movie clip sebagai garis fleksibel (beri nama g pada instance name). Di dalam movie clip tersebut kita gambar garis dengan tebal hairline berwarna hitam. Garis tersebut kita buat panjangnya 100px dan lebarnya 100px. Registration pointnya kita buat di pojok kiri atas. Setelah selesai, tugas kita selanjutnya adalah scripting. Movie clip a dan b kita beri script berikut: