Monday, May 31, 2010

Hal Sepele Bisa Merubah Indonesia


Waktu itu hari Jumat. Yah, seperti biasa, setiap pada hari itu aku selalu berjalan tergopoh-gopoh menuju kampus. Telat bukan lagi toleransi bagi dosen PKN ini. Masuk kuliah jam 7 pagi terasa amat berat bagi diriku yang punya kebiasaan tidur kembali setelah shalat subuh. Apalagi jarak antara kost dengan kampus cukup jauh. Sekitar 15 menit akhirnya aku sampai juga di depan kelas. Hah! Aneh! Semua teman-temanku masih berada di luar kelas. "Dosennya ga ada ham", kata salah satu temanku. Hufh, sungguh tidak enak rasanya di hati. Sudah dibela-belain bangun pagi, dosennya malah ga masuk. Lebih parahnya lagi, dosen ini tidak menggantinya dengan jam yang lain. ><

Kasus serupa juga pernah kualami beberapa hari sebelumnya. Waktu itu sekitar pukul 15.50, aku berangkat dari kost menuju kampus dan akan mengikuti kuliah organisasi - arsitektur komputer. Pada saat itu cuaca di luar masih gerimis. Karena tidak punya payung, akhirnya kuputuskan untuk lari saja, toh kena gerimis ga terlalu buruk. Sesampai di kampus, aku tergopoh-gopoh masuk lift dengan keadaan agak basah, juga berharap sesampai di kelas nanti tidak telat. Tapi tiba-tiba ada sms dari seorang teman dan langsung kubaca: "ham, ga usah masuk aja, dosennya ga datang". Aarghh! Bisa dibayangkan perasaanku waktu itu. Sebal, marah, kecewa, semuanya campur aduk! Asal tahu saja, dosen yang satu ini memang jarang sekali masuk. Sampai menjelang Ujian Tengah Semester, dosen itu baru masuk cuman 2 kali! Itupun pertemuan yang pertama bukannya kuliah, cuma perkenalan doank! (parah,, >_<) Well, mungkin sebagian orang sudah menganggap kejadian di atas adalah hal yang biasa saja. Aku juga sering mendengar cerita serupa dari temen-temen yang berasal dari kampus lain. Wahh, apa mungkin hal ini sudah jadi budaya yak? Kenapa sih hal-hal yang buruk mudah sekali jadi budaya di Indonesia ini? Korupsi misalnya, pasti semua setuju kalo hal yang satu ini sudah mendarah daging di negeri kita (yang ga setuju berarti belum tahu apa-apa soal Indonesia :P). Herannya, sebagian besar orang seringkali menganggap hal ini sebagai hal yang sepele. "Korupsi, kolusi, nepotisme, ahh,, itu mah biasa. Sudah pasti ga mungkin kalo negeri kita ini bisa bersih sepenuhnya. Kita terima sajalah..." Wow, memangnya segitu parah kah?

Tapi kawan, tidak seharusnya hal-hal seperti itu kita anggap sebagai hal yang sepele lagi. Karena ternyata, keburukan yang sepele itu bisa menjadi kehancuran yang amat fatal. Iya, benar. Sungguh amat sangat fatal sekali (lebay mode: on ^^). Coba kita tinjau lagi kasus yang sudah kuceritakan di awal. Kasus seperti itu bisa juga disebut korupsi loh. Loh kok? Iya, korupsi waktu. Memang terlihat sepele, namun korupsi waktu ini bisa menjadi hal yang banyak merugikan kita. Kita ambil contoh yang mudah saja, misalnya dosen datang telat waktu kuliah. Katakanlah dosen tersebut terlambat hanya sekitar 10 menit. Jika dia mengajar -misal- 3 kelas dalam sehari, berarti dia korupsi waktu 30 menit tiap harinya. Yah, memang sedikit, tapi bayangkan dalam satu tahun dosen itu bisa korupsi waktu sekitar 30 x 365 = 182,5 jam! Baik, jika dipotong dengan hari minggu dan hari besar waktunya bisa menjadi 30 x 242 = 121 jam. Nah, sekarang anggaplah dosen itu digaji 2 juta setiap bulan atau tiap jamnya dosen itu digaji -aku bulatkan- sekitar 15 ribu (dengan perhitungan tiap kelas 2 jam pelajaran atau 100 menit). Berarti kalo 1 tahun, dosen itu makan duit haram sekitar 15.000 x 121 = 1.815.000. Hii, besar juga kan? Itu baru terlambat 10 menit loh, gimana dengan yang malah ga masuk kuliah seperti kasus di atas? Bisa makan duit haram lebih banyak lagi tuh.

Gimana? ngeri juga kalo gitu kan? Sekarang kita balik kalo mahasiswanya yang telat. Tentunya waktu 121 jam adalah waktu yang tidak sedikit, kawan. Kalo kita gunakan buat belajar? Wah, pasti Indonesia bisa jadi lebih maju deh, hehehe. Baiklah kawan, yang terpenting adalah jangan biarkan hal-hal buruk seperti korupsi itu membudaya terus-menerus di negeri kita. Sudah saatnya kita memutus kebiasaan itu. Caranya? Mudah saja, kita mulai saja dari hal-hal yang kecil dan sepele seperti tadi. Misalnya kita selalu datang tepat waktu saat mengikuti kuliah, tidak copy-paste tugas pekerjaan teman, tidak mencontek saat ujian, dll. Hal-hal sepele seperti itu ternyata berpengaruh besar loh. Coba bayangkan jika kita, yang notabene generasi penerus bangsa, sering telat dan selalu mencontek, sudah pasti di masa depan kita akan membawa kebiasaan ini di dunia sosial. Bisa gawat kan? Aku yakin, para koruptor pasti dulunya waktu masih kuliah juga sering telat dan nyontek, hehehe. Ayo kawan, kita harus mulai dari sekarang! Kita harus yakin Indonesia di masa depan bisa bersih dari KKN sepenuhnya. Yakin? Emang bisa kah? Aku pribadi sangat yakin, karena Indonesia kita ini bukanlah Indonesia-Indonesiaan, but it's absolutely a great Nation!

6 comment(s):

aryo said...

aku setuju sama loe.. tapi paradigmaberpikir orang indonesia sulit untuk diubah....

Unknown said...

sulit bukan berarti mustahil kan,, hehe, aku jg sdang brusaha neh bro,,

Alam Hikmah said...

yang terakhir ntu kata-katanya iwan fals ea?

fera putri said...

hehehe
sapa dosen orkom mu?

Unknown said...

@yudhi: iyakah? heheh,, ane ga ngikuti lagu iwan fals neh, jd ga tw,, :D

@fera: jgn dipublish d sni mbk,, :P

akhtar said...

mantap....

Post a Comment

feel free to write your comment here.. :)