Showing posts with label science n' math. Show all posts
Showing posts with label science n' math. Show all posts

Monday, June 7, 2010

Bilangan Prima dalam Fibonacci (Soal GemasTik)


Waktu itu sebenernya cuman iseng aja nyari soal-soal programming Gemastik tahun lalu. Pas dapet langsung kucoba aja ngerjain dari yang paling gampang. Tapi, Oh God! Soal programming yang termudah dalam Gemastik ternyata tidak semudah yang kubayangkan. Terang aja sih, ini kan soalnya udah tingkat nasional. Lagian skill programmingku juga masih termasuk newbie banget. ^^

Langsung aja neh soalnya:

Hitung berapa banyak bilangan prima yang ada di dalam deret Fibonacci dan berapa jumlah dari bilangan-bilangan prima tersebut?


Friday, May 21, 2010

Soal Logika: Siapa Pembunuhnya?

Bagi temen-temen yang bukan dari jurusan IT mungkin saja tidak suka dengan hal-hal yang berbau logika (atau tidak peduli lebih tepatnya ^^). Lebih-lebih dengan pemrograman! Mungkin sebel kalo liat temen, saudara, atau mungkin tetangganya lagi programming atau coding. Sambil bertanya-tanya, "Mereka tuh ngapaen aja seh? Kayak ga da kerjaan aja!". Hadeeehh, ckckck.

Sebenarnya bukan hanya temen-temen aja, kami yang dari jurusan IT kadang juga sebel dengan persoalan logika dan pemrograman. Apalagi kalo dapat soal praktikum yang bikin puyeng. Hehehe :D

Tapi tunggu dulu, sebentar lagi aku akan tunjukkan kepada kalian semua bahwa logika tuh tak selamanya membosankan. Terbukti loh, ini terjadi pada diriku setelah menemukan soal logika yang keren abiz pas browsing. Soal ini sungguh menarik. Sekalipun butuh waktu agak lama, ternyata soal ini seru banget. Pokonya lega kalo udah ketemu jawabannya. Langsung aja, neh soalnya:


Friday, April 30, 2010

Animasi GLB dan GLBB Versi 2

Di beberapa postingan yang lalu aku sudah menjelaskan tentang bagaimana membuat animasi GLB dan GLBB dengan menggunakan flash. Aku rasa cara membuatnya tidak terlalu sulit. Nah, sekarang aku coba sempurnakan animasi tersebut. Dalam animasi ini kedua Gerak Lurus tersebut aku gabungkan. Jadi kita bisa melihat animasi GLB dan GLBB sekaligus di sini.

Cara menggunakannya sangat mudah. Kamu bisa menggerakkan symbol bola kecil dengan tombol arrow keyboard. Kelebihan dari animasi ini, aku sudah memprogram dan mendesainnya sedemikian rupa agar bola tersebut bisa bergerak 4 arah (bukan 2 arah seperti animasi terdahulu). Pada kondisi default, bola akan bergerak GLB. Namun kamu bisa mengubah-ubah tipe gerak bola dengan menekan tombol GLB atau GLBB yang terletak di kanan bawah.

Saturday, April 3, 2010

Simulasi GLBB pada Flash


Entah kenapa aku jadi pengen melanjutkan postinganku tentang GLB terdahulu. Rasanya tidak lengkap kalau ada GLB tapi tidak ada GLBB :). Untuk itu ada baiknya sebelum membaca postinganku kali ini kamu baca dulu postinganku sebelumnya tentang Simulasi GLB pada FLash. Well, seperti yang kita tahu, GLBB adalah singkatan dari Gerak Lurus Berubah Beraturan. Gerak Lurus Berubah Beraturan bisa diartikan gerak lurus suatu obyek dengan percepatan konstan. Artinya kecepatan obyek akan bertambah atau berkurang secara bertahap seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini terjadi akibat adanya percepatan konstan tadi. Ingat! Percepatan di sini selalu konstan dan tidak sama dengan nol. Kenapa tidak sama dengan nol? Lah, kalau percepatannya nol kecepatan obyek nantinya tidak akan pernah bertambah. Trus apa bedanya kalo gitu dengan GLB? :D Okelah, to the point aja, kita langsung ke bagian yang lebih seru.

Tuesday, February 2, 2010

Mengecek Bilangan Prima dengan Bahasa C

Bilangan prima adalah bilangan yang hanya bisa habis dibagi 1 dan bilangan itu sendiri. Tidak terlalu sulit untuk mencarinya jika bilangan tersebut tidak terlalu besar. Kita bisa saja dengan mudah memastikan kalau bilangan 5, 7, 13, atau 17 adalah bilangan prima, karena bilangan-bilangan tersebut hanya bisa habis dibagi 1 dan bilangan itu sendiri. Tapi bagaimana kita bisa mengecek 983, 2234, 776, atau 1335 adalah bilangan prima atau bukan? Nah, puyeng kan? :) Terlalu sulit untuk mengeceknya dengan membagi bilangan-bilangan tadi dengan bilangan-bilangan sebelumnya. Nah, inilah permasalahannya. Lantas penyelesaiannya gimana? Tentu saja kita akan pecahkan masalah ini dengan pemrograman bahasa c (sesuai judul euy!). Emang bisa cuma dengan program sederhana dari bahasa c? Absolutely! Kalo enggak, ngapain aku bikin tulisan ini? :P

Thursday, January 28, 2010

Animasi GLB dengan Flash

Hmm, tumben banget aku posting dengan tema fisika. Haha, maklum guys, sejak kuliah di jurusan teknik informatika aku ga pernah lagi utek-utek di bidang ini. Trus, kenapa ko tiba-tiba pengen posting tentang fisika? Penyebabnya simpel aja, neh gara-gara ada adek kelas yang mo pinjem buku fisika. Alhasil terpaksa harus bongkar-bongkar gudang. Eh, pas ketemu bukunya malah pengen baca lagi. Hehe, sebenarnya postingan ini iseng aja, tapi mudah-mudahan ada gunanya.


Dalam pelajaran fisika di SMA (atau mungkin di SMP), kita pasti pernah diajari materi GLB ini. GLB adalah singkatan dari Gerak Lurus Beraturan. Gerak Lurus Beraturan bisa diartikan gerak lurus suatu obyek dengan kecepatan yang konstan atau tanpa percepatan. Jadi, benda yang menjadi obyek dikatakan melakukan GLB jika benda ini bergerak konstan dalam lintasan yang lurus. Poin yang paling terpenting adalah mengenai percepatan. GLB tidak pernah memiliki percepatan atau percepatannya selalu nol. Benda yang percepatannya nol bisa ada pada dua kondisi, yaitu benda dalam keadaan DIAM atau BERGERAK KONSTAN. Nah, itu adalah sedikit gambaran tentang GLB. Berikut adalah bagian yang paling seru. Kita akan membuat simulasi gerak GLB ini dalam animasi Flash.

Saturday, January 23, 2010

Program Pengecek Tahun Kabisat

Tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi 4, tetapi tidak habis dibagi 100 kecuali kelipatan 400. Selama ini, bagaimana cara kita mengecek tahun kabisat atau bukan? Apakah mengeceknya secara manual habis dibagi 4 atau tidak, habis dibagi seratus atau tidak, lalu dicek lagi apakah habis dibagi 400 atau tidak? Memang bisa saja, tapi membutuhkan waktu yang lama jika kita melakukan sendiri. Kenapa tidak kita perintahkan saja komputer kita yang melakukan pekerjaan di atas? Bagaimana kita bisa memerintah sebuah komputer? Mengertikah komputer dengan bahasa kita? Tentu saja, salah satu caranya adalah memerintah melalui bahasa c, haha. :D

Friday, January 15, 2010

Program Fibonaci dengan Bahasa C

Semenjak di bangku SMA pasti temen-temen sudah mengenal deret Fibonaci (dalam bahasa inggris disebut Fibonacci, pake dobel c). Bagi yang belum tau coba lihat deret berikut:

1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 . . .

Menurutku, deret ini cukup unik. Bagi yang pertama kali melihat deret ini mungkin akan agak sulit menemukan polanya. Sebenarnya mudah saja. Kita asumsikan bahwa suku pertama dan suku kedua deret fibonaci adalah angka 1. Untuk mencari suku berikutnya kita tinggal menjumlahkan dua suku sebelumnya. Sebagai contoh: suku ke-tiga, yaitu angka 2 didapat dari penjumlahan 1 dan 1. Suku ke-empat, yaitu angka 3 didapat dari penjumlahan 1 dan 2. Begitu seterusnya.


Saturday, February 28, 2009

Kamus Asam Amino


Biologi memang penuh istilah yang sulit diingat. Hal ini tentu menjadi permasalahan bagi siapapun yang mempelajari ilmu ini. Jangan berkecil hati dulu, mari coba kita simak kisah berikut. Baru sekitar 3 minggu yang lalu, Pak Sugeng (guru biologi saya) memberikan tugas kepada seluruh siswanya untuk menghafalkan 20 nama asam amino beserta 64 urutan mRNA yang cocok dengan asam amino tersebut. Waw! Tentu ini tugas yang berat. Nama-nama asam amino sangat sulit untuk dihafal. Apalagi ditambah kode triplet yang jumlahnya hingga 64. Tapi menariknya, Pak Sugeng mengemas tugas ini dengan sebuah permainan.

Gerak Parabola dengan Flash

Posting ini mungkin lebih menarik jika dibaca orang yang menyukai fisika. Bagi yang tidak terlalu menyukai fisika, sebenarnya juga tidak dilarang baca kok, he he he. Siapa tahu gara-gara baca ini tiba-tiba Anda bisa suka fisika, Amin! Baiklah, sejenak luangkan waktu kita untuk mengutak-atik animasi flash berikut.



Animasi di atas merupakan simulasi gerak parabola. Anda bisa memanipulasi data V0 (kecepatan mula-mula), sudut, dan gravitasinya. Kelemahan animasi di atas akan tampak jika Anda memasukkan input angka yang terlalu besar. Jika Anda melakukan hal tersebut, Anda tetap tahu hasil penghitungannya, namun Anda tidak bisa melihat animasinya secara keseluruhan.


Dahulu, saya membuat animasi ini ketika kelas XI SMA. Walaupun animasi di atas cukup sederhana, saya telah menghabiskan seluruh waktu liburan saya untuk menyelesaikannya (oh, very bad programmer). Saya pikir, animasi ini akan sedikit berguna jika saya tampilkan di sini. Jika Anda tertarik untuk mendownloadnya, silakan klik di sini.

Friday, February 27, 2009

Animasi Megasporogenesis

Megasporogenesis adalah pembentukan gamet betina tumbuhan. Pada pelajaran biologi semester ganjil yang lalu, kelompok saya ditugasi untuk mempresentasikan materi ini. Untuk memudahkan presentasi, kami menggunakan slide yang pembuatannya melalui macromedia flash. Saya lebih senang membuatnya menggunakan flash karena bisa membuat animasi dengan lebih leluasa daripada membuatnya dengan menggunakan powerpoint. Coba lihat animasi milik kelompok saya:





Animasi di atas saya buat dengan mengadaptasi animasi milik edukasi.net. Saya hanya mengambil movie clipnya dan menambahkan beberapa script agar lebih mudah memainkan animasi tersebut. Kalau Anda menginginkan file aslinya, Anda bisa mendownloadnya melalui edukasi.net dengan mendaftar terlebih dahulu. Jika Anda menginginkan animasi hasil modifikasi saya di atas, silakan Anda klik di sini.

Wednesday, February 11, 2009

No! Alkali Tanah, Ugh!





Pada semester ganjil yang lalu, Pak Samsudin, guru kimia saya mengadakan semacam kompetisi di kelas saya. Bukan sekedar kompetisi, kompetisi ini tentu saja masih berhubungan dengan pelajaran kimia yang diajarnya. Kelas saya di bagi menjadi beberapa kelompok. Dan setiap kelompok bertanggung jawab mempresentasikan satu sub bab kimia ke depan kelas. Kelompok terbaik akan lolos ulangan bab tersebut dengan nilai seratus. Wow! Bayangkan! Tanpa ulangan bisa dapat nilai seratus!?

Tuesday, February 3, 2009

Maaf, Eyang Bernoulli! [Part 2]

Pada postingan yang lalu saya sudah memaparkan kelemahan Prinsip Bernoulli pada gaya angkat pesawat terbang (sebelum membaca ini sangat dianjurkan Anda membaca “Maaf, Eyang Bernoulli! [Part 1]” terlebih dahulu). Tapi tunggu dulu, prinsip ini tidak sepenuhnya salah. Dengan kata lain, Prinsip Bernoulli tetap berperan di sini. Walaupun dengan syarat pesawat harus melaju dengan kecepatan tinggi.

Lantas, apa yang sebenarnya paling berperan? Jawabnya adalah Newton. Lebih tepatnya gaya pada Hukum Newton Ketiga tentang aksi-reaksi. Baik, kita mulai saja. Coba lihat gambar berikut:




Ketika sayap pesawat membelah udara seperti pada gambar, udara A bergerak mengikuti bidang pesawat yang melengkung. Akibatnya udara tersebut akan dipompakan ke bawah pesawat. Menurut Hukum Ketiga Newton, otomatis sayap pesawat memperoleh gaya dorong ke atas yang sama besar dengan gaya udara yang dipompakan ke bawah pesawat. Nah, inilah gaya angkat yang sesungguhnya. Mungkin di antara Anda ada yang bertanya-tanya, mungkinkah udara A mengikuti bidang sayap pesawat? Tenang saja, hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan sederhana. Yaitu dengan meniup lilin dengan dihalangi sebuah botol. Yang akan terjadi adalah lilin akan tetap mati kan? Ini membuktikan udara yang Anda tiup mengikuti bentuk botol seperti halnya udara yang mengikuti bidang pesawat tadi. Eh, tunggu! Masih belum! Ternyata masih ada lagi yang berperan dalam pengangkatan pesawat ini. Coba Anda amati, sayap pesawat posisinya tidak sejajar dengan tanah. Namun agak mengangkat di bagian depan. Dengan kata lain sayap pesawat tersebut agak miring (biasanya sekitar 4 derajat). Coba lihat gambar di atas sekali lagi. Sayap pesawat yang miring ini membuat udara B terdorong ke arah bawah. Sekali lagi, menurut Hukum Ketiga Newton, sebagai reaksinya udara B mendorong sayap pesawat ke arah atas. Waah! Wah! Maaf, Eyang Bernoulli, rupanya kali ini saya lebih suka Eyang Newton!

Saturday, January 24, 2009

Maaf, Eyang Bernoulli! [Part 1]

Kawan, saya akan mencoba memposting artikel yang bukan tentang scripting. Kali ini saya akan mendiskusikan dengan anda sekelumit tentang fisika. Siap?

Pada saat kelas XI SMA, kita telah diajari bagaimana cara kerja pesawat terbang. Mungkin beberapa dari Anda sudah mengetahuinya sebelum diajari oleh guru fisika Anda. Saya masih ingat betul bagaimana Pak Anang (guru fisika saya di SMAN 2 Lumajang) menerangkan cara terbang pesawat. Beliau menjelaskannya dengan Prinsip Bernoulli kurang lebih seperti berikut:



Permukaan sayap atas memiliki permukaan melengkung, sedangkan permukaan bawahnya relatif rata. Ini menyebabkan fluida A (dalam hal ini udara) memiliki lintasan yang lebih panjang daripada B. Ketika pesawat melaju, sayap pesawat membelah udara menjadi dua bagian fluida seperti pada gambar. Udara bagian atas dengan udara bagian bawah akan sampai pada bagian belakang sayap pada waktu yang sama (tA = tB). Karena lintasan A lebih panjang, maka fluida A harus lebih cepat dari B (vA > vB). Keadaan ini akan menyebabkan tekanan udara di atas sayap akan lebih rendah dari tekanan udara di bawahnya. Akibatnya akan muncul gaya (F) ke atas yang mengakibatkan pesawat bisa terbang. Sejauh ini, penjelasan tentang Prinsip Bernoulli sangat bagus. Namun masih ada satu yang janggal. Yaitu tentang waktu di A dan di B yang harus sama (equal transit time assumption). Mengapa harus sama? Adakah penjelasan yang menguatkannya? Sayangnya masih belum ada. Kalaupun ada, penjelasan tersebut memiliki fondasi yang rapuh. Kejanggalan ini sebenarnya sudah saya sadari ketika Pak Anang selesai menerangkan materi ini di kelas saya. Namun pada saat itu saya masih ragu kalau hal itu memang janggal. Ketika ingin bertanya, nyali saya langsung ciut karena saya sadar bahwa Pak Anang dan Bernoulli jauh lebih pintar dari saya. Namun beruntung, setahun setelahnya (ketika kini saya kelas XII) saya menemukan orang yang sependapat dengan saya. Yaitu Robert L. Wolke dalam bukunya “What Einstein Told His Barber”. Hebatnya, Robert L. Wolke tidak hanya menyadari kejanggalan tersebut, tetapi juga memberikan penjelasan yang membuat saya terkagum-kagum. Bagaimanakah penjelasan beliau tentang cara terbang pesawat? Gaya apakah sebenarnya yang membuatnya terbang? Anda bisa menemukan semua itu jika Anda membaca bukunya. Jika Anda tidak memiliki buku tersebut atau tidak ada seorangpun yang bisa dipinjam bukunya, yah tunggu saja postingan saya selanjutnya… ^_^

Wednesday, January 21, 2009

Garis Fleksibel

Pada posting yang lalu saya (kali ini pake kata ganti “saya”, cz kalo pake “aku” katanya ga sopan ^^) sudah menampilkan vector flexible. Bisa dikatakan postingan ini penjelasan dasar-dasarnya saja. Jadi artikel ini hanya untuk orang yang benar-benar awam tentang flash. Hal yang paling penting dalam membuat vektor di flash adalah membuat garis fleksibel. Yaitu garis yang menghubungkan antara titik awal dan titik akhir vektor.



Pertama, kita harus membuat dua movie clip sebagai titik awal dan titik akhir. Misalkan kita beri nama a dan b (beri nama pada instance name). Untuk mempermudah, kita buat movie clip a adalah bulatan biru dan movie clip b adalah bulatan merah. Berikutnya kita buat movie clip sebagai garis fleksibel (beri nama g pada instance name). Di dalam movie clip tersebut kita gambar garis dengan tebal hairline berwarna hitam. Garis tersebut kita buat panjangnya 100px dan lebarnya 100px. Registration pointnya kita buat di pojok kiri atas. Setelah selesai, tugas kita selanjutnya adalah scripting. Movie clip a dan b kita beri script berikut:

Sunday, November 23, 2008

Membuat Animasi Vektor dari Flash

Bagi temen2 yang sekarang kelas XII, pasti nggak asing lagi sama vektor. Cz dalam matematika pasti ketemu materi ini. Apalagi kita juga sudah dikenalkan ketika kelas X dulu di pelajaran fisika. Nah, di sini temen2 akan melihat animasi yang berkaitan dengan flash ini. Baru beberapa waktu yang lalu aku berhasil membuat animasi sederhana (maklum masih pemula). Namun aku Sebenarnya dalam pembuatan animasi ini aku terinspirasi dari Bu Tri (salah satu guru SMAN 2 Lumajang) yang menyajikan meteri vektor ini dalam pelajaran matematika. Thanks ya Bu!